Sebuah renungan yang Insya Allah bermanfaat:
Manusia.
Manusia adalah seonggok tubuh yang penuh dosa.
Penuh kehinaan.
Pernahkah kita menghitung berapa dosa yang telah kita lakukan hari ini, minggu kemarin, bulan kemarin atau setahun yang lalu?. Continue reading »
Anda sering mampir ke restoran Jepang? Sebaiknya cermati tata cara makan khas Jepang agar tak salah dalam memilih dan menyantap hidangan. Bagaimana cara menyantap sushi, ramen atau nasi yang benar? Coba saja simak info lengkapnya berikut ini.
Jenis Hidangan: Hidangan sehari-hari yang biasa disantap orang Jepang selalu merupakan hidangan yang lengkap. Bukan hanya lengkap nutrisinya tetapi juga jenisnya. Ada hidang berkuah seperti sup, sayuran (acar atau salad), hidangan yang direbus (sayuran, telur atau sedikit daging sapi, ayam atau ikan), hidangan gorengan (jenis tempura, katsu), hidangan panggang/bakar (ikan, ayam) dan nasi putih. Bisa juga berupa hidangan lengkap (ramen dengan berbagai isi), donburi (nasi dengan berbagai topping) dan aneka sushi atau onigiri. Jenis hidangan dipilih sesuai dengan situasi dan kesempatan.Hidangan untuk makan malam keluarga berbeda dengan hidangan untuk menjamu tamu. Continue reading »
Ponsel atau handphone sekarang sudah bukan lagi barang mewah, hampir setiap orang di semua lapisan masyarakat mempunyai alat komunikasi ini dengan berbagai kepentingan. Dengan ponsel, kita dapat dihubungi dan menghubungi siapapun, kapanpun dan dimanapun. Kepraktisan komunikasi inilah yang menjadi pilihan utama mengapa seseorang menggunakan ponsel.
Mengingat fungsinya yang cukup vital, maka tidak ada salahnya bila kita dapat merawat ponsel agar tetap dalam kondisi prima. Continue reading »
Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum yang tidak mereka panen, dan meminum anggur yang mereka tidak memerasnya.
Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur, sementara menyerah padanya ketika bangun
Kasihan bangsa yang negarawannya serigala, filosofnya gentong nasi, dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru
Kasihan bangsa yang terpecah-pecah dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.
dikutip dari:Kahlil Gibran, “Cinta Keindahan Kesunyian”, Yayasan Bentang Budaya, 1997.